Kata pengantar
Puji
syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karna berkat rahmat dan
karuniaNya ssehingga makalah ini dapat di selesaikan, sebagai pelengkap tugas
mata kuliah PANCASILA.
Makalah
ini di buat atas keprihatinan penulis akan indonesia
dan pengamalan pancaasila dalam
kenidupan masyarakat. Tiada maksud melecehkan ataupun menyinggung dari
semua pihak. Seribu pujian tiada artinya,tapi satu kritikan dapat menjadi acuan
untuk perbaikan.
Semoga
makalah ini dapat berguna dan menambah ilmu pengetahuan serta membangkitkan
karekter sebagai pejuang Indonesia.
Karena
keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman, penulis yakin masih banyak
kekurangan dalam pembuatan makalah ini, kata sempurna masih sangat jauh untuk
dilontarkan, tapi semoga laporan ini dapat bermamfaat bagi semua.
Bengkulu,
27 November 2015
BAB 1
PENDAHULAN
1.1 Latar
Belakang
Sejarah pancasila dan kemardekaan indonesia penuh
dengan perjuangan dan kepedihan yang tak patut di lupakan. Bagaimana para
pahlawan bersusah gigih demi tanah air ini, hingga tergapaikan awal cita-cita
para pahlawan yaitu kemardekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan di bacakann
Proklamasi oleh I.R Soekarno.
Setelah itupun masih banyak masalah dan pembrontakan
di negeri ini hingga adanya orde baru pada masa Soeharto, yang dengan harapan
mampu membawa Indonesia lebih baik. Tapi kenyataannya sebaliknya,hukum di
permainkan,penguasa dan raja adalah mereka yang berwewenang, hingga tahun 1998,
jatuhnya Soeharto dan awal perubahan bagi indonesia “REVOLUSI”.
17 tahun dari masa kelabu itu, dunia kini penuh
dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, tapi bohong bila sudah ada keadilan karna kenyataannya ialah kekuasaan
dikarnakan punahnya karekter.
1.2 Rumusan
Masalah
·
Apakah kekuasaan akan
selamanya jaya dan keadilan dalam panacaila akan terus tertindas?
·
Bagaimana cara
menegakan keadilan dalam kehidupan sehari-hari?
1.1 Tujuan
Membangkitkan karekter guna
menegakan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.
C.karakter
Manusia jauh dari kesempurnaan,
sangat banyak kekurangan sebab itu kita wajib berusaha memperbaiki yang kurang
pada kita. Tujuan hidup dan usaha mestilah
menuju yang sebaik-baiknya. Kewajiban kita hendaklah dimulai dengan
mendidik dii kita sendiri, baru bisa menjadi pendidik.
Bagi
orang yang ingin melakukan self-critiek atas dirinya, segalah pujian itu
menjadi besar, pada umumnya manusia suka di puji, bahkan ada yang memunji diri
sendiri, tidak baik terlalu di puji lebih baik tunjukan penghargaan akan
usahanya bagi umum, agar ciat-cita baik itu berkembang.
Ada dua tipe orang di indonesia,
Geniaal yaitu orang yang berpikir asli, sering mendapat pikiran
sekonyong-konyong, tangkas dan tajam, semuanya itu anugrah tuhan padanya dengan
lahirnya ke dunia, dan Talentvol ialah kecerdasan yang di dapat dengan mengasah
otak, kecerdasan yang tidak datang sendirinya.
Pemimpin
yang baik di lihat dari pembawaannya. Di indonesia ada yang bertipe
Ganiaal dan Talentvol, tetapi yang
paling perlu pagi pemuda indonesia adalah karakter.
Seorang
Ganiaal atau Telentvol jika tidak berkarakter tidak akan mempunyai kemauan
untuk membela bangsanya.
Rakyak
indonesia yang mencita-citakan derajat yang sama dengan bangsa lain di dunia
ini, lebih butuh pemimpin yag mempunyai karakter. Pemimpi tidak dapat di didik
dalam kader-khusus, bahwa menjadi pemimpim utama karna pembawaannya sejak dari
kecil karena karunia tuhan. Memang pemimpin kader besar, Talentvol atau Ganiaal
tidak banyak jumlahnya tetapi pergerakan maju dan bangsa maju bukan karena
pemimpin besar saja, pemimpin kecil dan menengah perlu juga. Dan pemimpin
kaliber kecil itu dapat di didik dimanapun juga.
Bukan
kepintaran yang di utamakan disini tapi melainkan karakter, watak yang teguh
disertai kemauan. Dalam sejarah dunia peregrakan atau bangsa patah karena
pemimpinnya tidak mempunyai karakter.
Bahwa karakter yang utama,bukan
kecerdasan, juga pula pada sekolah tinggi, skolah tinggi di utamakan mendidik
karakter, karakter didahulukan dari pada kepintaran, orang yang mempunyai
karakter mudah mencapai kepintaran itu,tetapi kepintaran saja tidak dapat
membangunkan karakter yang ada pada seseorang.
Ilmu hanya maju ditangan orang
yang mempunyai karakter, yang tahu menghargai pendapat orang lain dengan berani
mempertahankan pendirian sendiri walaupun bertentangan dengan pendapat umum.
Hanya dengan pendirian kritis itu ilmu dapat di majukan, orang yang cerdas,
Ganiaal atau Talentvol mudah tunduk dan melepas keyakinannya sendiri bila tidak
berkarakter.
Apa sebab orang-orang terpelajar
bisa di perintah berbuat seperti budak? Sebanya karena sekolah tinggi bukan
mengutamakan karakter, melainkan semata-mata di tunjukan untuk memadu
kecerdasan. Dalam segala hal disiplin terkemuka inilah sistem preusen, yang
mendidik orang untuk semata-mata pada kekuasaan.
Tidak
ada yang lebih ats dari kekuasaan, orang yang di hargai ialah orang yang
pandain tunduk , karakter menjadi beban belaka. Dari bawah sampai ke atas orang
dididik untuk memmperhabakan dir. Orang yang mempunyai karekter berani
bertanggung jawab dan berani pula menolak pertanggung jawab tentang hal yang
tidak cocok dngan keyakinan sendiri. Dan oleh karena itu ia berani pula menepuh
perjuangan dan menentang tradisi, berani mempunyai paham sendiri dan berbuat
seperti apa yang dikatakanya dengan mulut.
Terutama bagi kita orang
indonesia, yang mempunyai cita-cita besar tentang bangsa dan tanah kita,
pendidikan karekter itulah yang harusdi utamakan, tempat mendidik karekter itu
bukan hanya di sekolah yinggi saja, melainkan dari segalah sekolah,tempat
bekerja dan rumah.
Kita harus selalu melakukan atas
diri kita self-critiek, pangkal segala pendidikan karater ialah: cinta akan kebenaran dan berani mengatakan
salah.
Ini
mudah mengatakannya, tapi bagi kebanyakan orang dalam masyarakat kita yang
penuh tradisi dan lemah hati berat melakukannya, bangsa kita terlalu lama hidup
dalam diplomasi. Berbagai hal yang salah tidak boleh dikatakn dengan terus
terang melainkan dengan menyelimutunya dengan budi yang halus, untuk mengambil
hati juragan, yang nyata buruk dikatakan bagus, yang nyata slah dikatakan
benar. Sebaliknya , bangsa kita mudah di hinggapi over-konvensasi, melawati
diri.
Pembawaan hidup semacam itu
dalam makannya, akhirnya bukan keikhlasan, melainkan tipu daya dijadikan dasar
hidup. Dalam cara hidup semacam itu tidak dapat mendidik karakter,sebab itu
klau hendak mencapai pendidikan karakter, kita harus berani membuang
penghidupan tradisi yang salah itu, dan kita asuh diri kita dan anak kita
dengan dasar cinta akan kebenran dan berani mengatakan kesalahan, juga kalu kita
salah kita harus berani mengakui terus terang kesalahan kita.
Dimana letaknya pangkal
keberanian? Pangkal keberanian yang besar dan kekal itu, yang berisi seluruh
hidup ialah cinta akan cita-cita yang besar jauh lebih besar dan lebih lama
umurnnya dari pada kita(Mohamad hatta-kumpulan karangan-karakter).
D.Kenyataan Pengamalan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengandung nilai religius,kenyataan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari:
§ Nggan menjalankan perintah
agama masing-masing karena merasa tak ada permasalahan atau efek baik
dikerjakan atau tidak
§ Tidak mencintai alam, bahkan
dalam islam ditekankan, bahwa ALLAH tidak suka pada orang-orang yang membuat
kerusakan di bumi. Contohnya: pembakaran hutan
2. Kemanusiaan yang adil dan
beradab
Terkandung
nilai-nilai perikemanusiaan dan Tidak ada keadilan, yang ada hanya kekuasaan. Kenyataan
pengamalan dalam kehidupan sehari-hari:
¨ Hukum bisa di beli dengan
uang
¨ Tutup mulut perkara polisi
dengan uang
¨ Penipuan media online,
menunjukan kurangnya peradaban manusia
3. Persatuan Indonesia
Mengandung nilai-nilai:
§ Nasionalisme
§ Patriotisme
§ Bhenika tunggal ika
Tapi kenyataannya Perpecahan mengalahkan Persatuan,
¨ seperti politik dari pemilu
serentak 9 desember 2015 menunjukan kelompok-kelompok yang tak memiliki
persatuan dan karakter karena tidak melakukan politik yang bersih dan baik
¨ Jangankan untuk indonesia,
untuk sanak family pun tak jarang terjadi perpecahan karena ekonomi dll
4. Kerakyatan Yang Dipimpim Oleh
Hikmat Kebijaksaan Dalam Permusywaratan Perwakilan
Terkandung nilai-nilai kerakyatan, kenyataan dalam sehari-hari:
¨ Kedaulatan di tangan penguasa
¨ Pimpinan kerakyatan dilandasi
materi atau uang
¨ Rakyat tidak merasakan hasil
kerja pemerintah
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh
Rakyat Indonesia
Nilai yang
terkandung keadilan, tapi kenyataannya yang ada adalah keadilan sepihak,seperti
dalam kehidupan sehari-hari:
¨ Yang mempunyai jabatan lebih
dihargai, dihormati, disegani, lebih dimuliakan dan rakyat jelata di abaikan
¨ Pemilu yang penuh dengan
politik yang curang
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Kondisi
indonesia sekarang sangat jauh dari cita-cita para luhur keadilan akan punah
bila kekuasaan merajarela dan pancasila hanya akan menjadi lambang negara,
Indonesia membutuhkan rakyatnya berkarakter, berani membela kebenaran dan
menyatakan kesalahan. Dan keberania yang besar dan kekal yang mengisi seluruh
hidup berawal dari memiliki cita-cita yang besar dan lebih lama umurnya dari
pada kita.
3.2 Saran
Kita tunjukan pada para pahlawan yang
telah mendahului kita dan generasi masa depan bahwa masa kita berkarakter, yang
akan membawa masa emas pada 1 abad indonesia merdeka tahun 2045.
![]() |


No comments:
Post a Comment