Thursday, January 7, 2016

makalah pancasilah 'penerapan pancasila dalam kehidupan sehari-hari'



Kata pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karna berkat rahmat dan karuniaNya ssehingga makalah ini dapat di selesaikan, sebagai pelengkap tugas mata kuliah PANCASILA.
Makalah ini di buat atas keprihatinan penulis akan indonesia dan pengamalan pancaasila dalam kenidupan masyarakat. Tiada maksud melecehkan ataupun menyinggung dari semua pihak. Seribu pujian tiada artinya,tapi satu kritikan dapat menjadi acuan untuk perbaikan.
Semoga makalah ini dapat berguna dan menambah ilmu pengetahuan serta membangkitkan karekter sebagai pejuang Indonesia.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman, penulis yakin masih banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini, kata sempurna masih sangat jauh untuk dilontarkan, tapi semoga laporan ini dapat bermamfaat bagi semua.




                                                                                    Bengkulu, 27 November 2015


















BAB 1
PENDAHULAN
1.1  Latar Belakang
Sejarah pancasila dan kemardekaan indonesia penuh dengan perjuangan dan kepedihan yang tak patut di lupakan. Bagaimana para pahlawan bersusah gigih demi tanah air ini, hingga tergapaikan awal cita-cita para pahlawan yaitu kemardekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan di bacakann Proklamasi oleh I.R Soekarno.
Setelah itupun masih banyak masalah dan pembrontakan di negeri ini hingga adanya orde baru pada masa Soeharto, yang dengan harapan mampu membawa Indonesia lebih baik. Tapi kenyataannya sebaliknya,hukum di permainkan,penguasa dan raja adalah mereka yang berwewenang, hingga tahun 1998, jatuhnya Soeharto dan awal perubahan bagi indonesia “REVOLUSI”.
17 tahun dari masa kelabu itu, dunia kini penuh dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, tapi bohong bila sudah ada keadilan karna kenyataannya ialah kekuasaan dikarnakan punahnya karekter.

1.2 Rumusan Masalah
·         Apakah kekuasaan akan selamanya jaya dan keadilan dalam panacaila akan terus tertindas?
·         Bagaimana cara menegakan keadilan dalam kehidupan sehari-hari?



1.1  Tujuan
Membangkitkan karekter guna menegakan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.







C.karakter
                Manusia jauh dari kesempurnaan, sangat banyak kekurangan sebab itu kita wajib berusaha memperbaiki yang kurang pada kita. Tujuan hidup dan usaha mestilah menuju yang sebaik-baiknya. Kewajiban kita hendaklah dimulai dengan mendidik dii kita sendiri, baru bisa menjadi pendidik.
Bagi orang yang ingin melakukan self-critiek atas dirinya, segalah pujian itu menjadi besar, pada umumnya manusia suka di puji, bahkan ada yang memunji diri sendiri, tidak baik terlalu di puji lebih baik tunjukan penghargaan akan usahanya bagi umum, agar ciat-cita baik itu berkembang.
                Ada dua tipe orang di indonesia, Geniaal yaitu orang yang berpikir asli, sering mendapat pikiran sekonyong-konyong, tangkas dan tajam, semuanya itu anugrah tuhan padanya dengan lahirnya ke dunia, dan Talentvol ialah kecerdasan yang di dapat dengan mengasah otak, kecerdasan yang tidak datang sendirinya.
Pemimpin yang baik di lihat dari pembawaannya. Di indonesia ada yang bertipe Ganiaal  dan Talentvol, tetapi yang paling perlu pagi pemuda indonesia adalah karakter.
Seorang Ganiaal atau Telentvol jika tidak berkarakter tidak akan mempunyai kemauan untuk membela bangsanya.
Rakyak indonesia yang mencita-citakan derajat yang sama dengan bangsa lain di dunia ini, lebih butuh pemimpin yag mempunyai karakter. Pemimpi tidak dapat di didik dalam kader-khusus, bahwa menjadi pemimpim utama karna pembawaannya sejak dari kecil karena karunia tuhan. Memang pemimpin kader besar, Talentvol atau Ganiaal tidak banyak jumlahnya tetapi pergerakan maju dan bangsa maju bukan karena pemimpin besar saja, pemimpin kecil dan menengah perlu juga. Dan pemimpin kaliber kecil itu dapat di didik dimanapun juga.
Bukan kepintaran yang di utamakan disini tapi melainkan karakter, watak yang teguh disertai kemauan. Dalam sejarah dunia peregrakan atau bangsa patah karena pemimpinnya tidak mempunyai karakter.
                Bahwa karakter yang utama,bukan kecerdasan, juga pula pada sekolah tinggi, skolah tinggi di utamakan mendidik karakter, karakter didahulukan dari pada kepintaran, orang yang mempunyai karakter mudah mencapai kepintaran itu,tetapi kepintaran saja tidak dapat membangunkan karakter yang ada pada seseorang.
                Ilmu hanya maju ditangan orang yang mempunyai karakter, yang tahu menghargai pendapat orang lain dengan berani mempertahankan pendirian sendiri walaupun bertentangan dengan pendapat umum. Hanya dengan pendirian kritis itu ilmu dapat di majukan, orang yang cerdas, Ganiaal atau Talentvol mudah tunduk dan melepas keyakinannya sendiri bila tidak berkarakter.
                Apa sebab orang-orang terpelajar bisa di perintah berbuat seperti budak? Sebanya karena sekolah tinggi bukan mengutamakan karakter, melainkan semata-mata di tunjukan untuk memadu kecerdasan. Dalam segala hal disiplin terkemuka inilah sistem preusen, yang mendidik orang untuk semata-mata pada kekuasaan.
Tidak ada yang lebih ats dari kekuasaan, orang yang di hargai ialah orang yang pandain tunduk , karakter menjadi beban belaka. Dari bawah sampai ke atas orang dididik untuk memmperhabakan dir. Orang yang mempunyai karekter berani bertanggung jawab dan berani pula menolak pertanggung jawab tentang hal yang tidak cocok dngan keyakinan sendiri. Dan oleh karena itu ia berani pula menepuh perjuangan dan menentang tradisi, berani mempunyai paham sendiri dan berbuat seperti apa yang dikatakanya dengan mulut.
                Terutama bagi kita orang indonesia, yang mempunyai cita-cita besar tentang bangsa dan tanah kita, pendidikan karekter itulah yang harusdi utamakan, tempat mendidik karekter itu bukan hanya di sekolah yinggi saja, melainkan dari segalah sekolah,tempat bekerja dan rumah.
                Kita harus selalu melakukan atas diri kita self-critiek, pangkal segala pendidikan karater ialah: cinta akan kebenaran dan berani mengatakan salah.
Ini mudah mengatakannya, tapi bagi kebanyakan orang dalam masyarakat kita yang penuh tradisi dan lemah hati berat melakukannya, bangsa kita terlalu lama hidup dalam diplomasi. Berbagai hal yang salah tidak boleh dikatakn dengan terus terang melainkan dengan menyelimutunya dengan budi yang halus, untuk mengambil hati juragan, yang nyata buruk dikatakan bagus, yang nyata slah dikatakan benar. Sebaliknya , bangsa kita mudah di hinggapi over-konvensasi, melawati diri.
                Pembawaan hidup semacam itu dalam makannya, akhirnya bukan keikhlasan, melainkan tipu daya dijadikan dasar hidup. Dalam cara hidup semacam itu tidak dapat mendidik karakter,sebab itu klau hendak mencapai pendidikan karakter, kita harus berani membuang penghidupan tradisi yang salah itu, dan kita asuh diri kita dan anak kita dengan dasar cinta akan kebenran dan berani mengatakan kesalahan, juga kalu kita salah kita harus berani mengakui terus terang kesalahan kita.
                Dimana letaknya pangkal keberanian? Pangkal keberanian yang besar dan kekal itu, yang berisi seluruh hidup ialah cinta akan cita-cita yang besar jauh lebih besar dan lebih lama umurnnya dari pada kita(Mohamad hatta-kumpulan karangan-karakter).






















D.Kenyataan Pengamalan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengandung nilai religius,kenyataan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari:
§  Nggan menjalankan perintah agama masing-masing karena merasa tak ada permasalahan atau efek baik dikerjakan atau tidak
§  Tidak mencintai alam, bahkan dalam islam ditekankan, bahwa ALLAH tidak suka pada orang-orang yang membuat kerusakan di bumi. Contohnya: pembakaran hutan
2.      Kemanusiaan yang adil dan beradab
Terkandung nilai-nilai perikemanusiaan dan Tidak ada keadilan, yang ada hanya kekuasaan. Kenyataan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari:
¨      Hukum bisa di beli dengan uang
¨      Tutup mulut perkara polisi dengan uang
¨      Penipuan media online, menunjukan kurangnya peradaban manusia
3.      Persatuan Indonesia
Mengandung nilai-nilai:
§  Nasionalisme
§  Patriotisme
§  Bhenika tunggal ika
Tapi kenyataannya Perpecahan mengalahkan Persatuan,
¨      seperti politik dari pemilu serentak 9 desember 2015 menunjukan kelompok-kelompok yang tak memiliki persatuan dan karakter karena tidak melakukan politik yang bersih dan baik
¨      Jangankan untuk indonesia, untuk sanak family pun tak jarang terjadi perpecahan karena ekonomi dll
4.      Kerakyatan Yang Dipimpim Oleh Hikmat Kebijaksaan Dalam Permusywaratan Perwakilan
Terkandung nilai-nilai kerakyatan, kenyataan dalam sehari-hari:
¨      Kedaulatan di tangan penguasa
¨      Pimpinan kerakyatan dilandasi materi atau uang
¨      Rakyat tidak merasakan hasil kerja pemerintah


5.      Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nilai yang terkandung keadilan, tapi kenyataannya yang ada adalah keadilan sepihak,seperti dalam kehidupan sehari-hari:
¨      Yang mempunyai jabatan lebih dihargai, dihormati, disegani, lebih dimuliakan dan rakyat jelata di abaikan
¨      Pemilu yang penuh dengan politik yang curang

































BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
            Kondisi indonesia sekarang sangat jauh dari cita-cita para luhur keadilan akan punah bila kekuasaan merajarela dan pancasila hanya akan menjadi lambang negara, Indonesia membutuhkan rakyatnya berkarakter, berani membela kebenaran dan menyatakan kesalahan. Dan keberania yang besar dan kekal yang mengisi seluruh hidup berawal dari memiliki cita-cita yang besar dan lebih lama umurnya dari pada kita.
3.2 Saran
            Kita tunjukan pada para pahlawan yang telah mendahului kita dan generasi masa depan bahwa masa kita berkarakter, yang akan membawa masa emas pada 1 abad indonesia merdeka tahun 2045.



No comments:

Post a Comment